Edamame

By Ophoeng (ophoeng at yahoo dot com)
Photo by Riana

Kalo cari camilan sehat, cari edamame! Pertama kali dihidangakan di resto makanan Jepang, kemudian diikuti oleh Sari Kuring juga, dihidangkan ‘edamame’ kukus yang bagus warnanya, ijo royo-royo nan merangsang… selera!

Edamame itu ya sebenernya sih kedele juga. Bisanya berwarna tetep ijo seksi begitu, kayaknya karena dikukus dan kemudian di’bleaching’, eh salah ya? Di ‘blanching’ apa gitu lho istilahnya, kayaknya saya pernah baca teknik ‘blanching’ yang dimuat di blog NCC kita, ditulis oleh boss kita, Bu FB. (Baca di sini, oom: Blanchinged)

Kalau tidak diblanching, pastilah itu kulit edamame berubah menjadi kuning tidak menarik. Biasanya setelah matang, disimpan dlm kulkas dulu, dihidangkan dingin-dingin sebagai cemilan teman menunggu hidangan utama dimasak dan muncul tuk disantap.

Mentahnya bisa anda temukan di rak-rak supermarket, bagian sayur-mayuran yang ada ‘chiller'(pendingin)-nya. Biasa juga diberi taburan garam sesuai selera ketika dikukus, biar ada rasa gurih-gurihnya dan asin-asinnya. Kalau anda jualan, ya biarkan masak hidangan utamanya agak lebih lama, jadi para tamu lantas pada minta nambo sepiring dua edamame-nya. Lumayan ‘kan jadi nambah omzet. Hehehe… ini satu trik buat nambah ‘cwan’ ya?

Secara asongan, suka ada yang nawarin juga kalau pas lampu merah menyala dan anda berhenti, atau pas macet di jalan tol. Tapi yg gaya asongan ini biasanya berwarna kuning-kuning gitu. Disajikan dengan cara diikat segempolan cukup besar, lengkap bersama kulit dan tangkainya. Kayak jualan kacang rebus juga.

Mungkin mereka perlu diajari teknik ‘blanching’ supaya bisalah mereka mendapat ‘nilai tambah’ untuk ditawarkan kepada para pelanggannya. Dan, siapa tahu mereka juga bisa menawarkan dengan harga yang lebih tinggi, jadi cwan mereka bertambah. Lumayanlah untuk tambahan penghasilan mereka. Jadi,mereka juga menawarkan edamame kepada para pelanggannya, bukan sekedar ‘kedele rebus’.

Sapa yg mau jadi suk-wan mengajari mereka teknik blanching nih?

Selain dikukus jadi ‘edamame’, kedelai juga enak dibuat susu kacang kedele, atau sari dele. Ada satu gerai di Roxy Mas dulu yang bernama Mr.Bean, spesialis jualan susu kedele dan kembang tahu. Kembang tahu itu entah mengapa mendapat sebutannya gitu. Padahal tahu toh ya tidak bisa ber’kembang’. Dedekan kembang tahu itu ya sama kayak tahunya, ning lembut sangat. Hampir seperti susu kedele-nya ning lebih padat menggumpal, dan lembut. Kayak pudding begitu ‘mouth feel’nya. Dan, memang di restoran bergaya Chinese Food, ada pudding kembang tahu yang seringnya diberi rasa almond. Dihidangkan dengan gula Jawa cair yang dimasak bersama jahe, dingin atau panas tetaplah nikmat punya!

Kiranya nambah ilmu perkedelan-nya, eh, per-kedele-annya ya.

Terima kasih.

Salam kedele dan edamame,
Ophoeng

This entry was posted in Articles, Ingredients. Bookmark the permalink.