Kakap Merah AsPal

By Resti Vurwarin (restiv at gmail.com)

Ketika di milis rame ngobrolin Kakap Merah palsu, Resti Vurwarin yang ‘tukang ikan’ pun ngasih pencerahan gimana membedakan kakap asli dari yang palsu. Terimakasih ya Resti🙂 Jadi kita gak ketipu lagi deeeh…. ——ed

Sebetulnya masalah kakap merah palsu ini sudah lama, tapi baru sekarang diexpose media. di pasar kramat jati, ato pasar rebo, sering juga terlihat dengan mencolok para penjual ikan mengusapkan cairan pewarna ke badan ikan agar merah.
sebetulnya kalo tempat penjualan cukup terang, secara kasat mata, hal ini bisa dibedakan, keliatan kok mana yg diberi pewrna mana yang tidak. Begitu juga dengan kerang, yang berwarna kuning cerah atau merah cabai, itu juga ga bebas pewarna.

Sayangnya, di supermarket pun, kerang dengan pewarna ini bisa masuk juga, karena spm terima jadi dari supplier, bukan membersihkan kerang sendiri. Lebih baik memilih kerang berwarna pucat (tidak menarik sih) daripada yg kuning cerah, ato beli yang masih bercangkang sekalian.

Untuk kakap merah, saya mulai menjual kepala kakap ke resto padang sejak harganya masih 9 rebu perak, sampe terakhir sebelum lebaran tahun kemarin yg sampe 12.500 per kilogram. Setelah lebaran, harga kepala kakap melejit ga karuan, bayangkan, untuk kepala ukuran 500 gr/buah, harganya 14 rebu di muarabaru, untuk fillet dari yang saya biasa beli 18 rebu sekilo, melejit jadi 28 ribu sekilo setelah lebaran kemarin.

Walhasil, saya brenti deh jadi penjual kakap.

Naah, ciri2 kakap merah asli:

  1. Warnanya ga merah banget, cenderung ada nuansa putih.
  2. Pilih kakap dengan kepala bentuk segitiga yg runcing di moncongnya.
  3. Ada juga kakap merah yang bentuk kepalanya segitiga agak membulat di daerah moncongnya. Yg membulat ini, sebetulnya sih, kalo di muara baru agak rendah harganya, namanya kakap sawo. Kakap sawo sendiri, ada yg berwarna merah, ada yang kecoklatan, harganya jelas dibawah kakap merah asli.
  4. Kakap merah ini, kalo disimpan dengan cara di dinginkan dalam serbuk es, merahnya makin lama makin hilang, tapi bukan luntur. Saya sendiri kurang mengerti, mungkin ini reaksi alamiah saja. Karena yg saya perhatikan, serbuk esnya sendiri tidak menjadi merah. Tapi, jika langsung dibekukan di dalam freezer, warna merahnya masih bisa bertahan.

mudah2an berguna ya…

resti

This entry was posted in Articles, Ingredients, Tips & Tricks. Bookmark the permalink.