Es Sekoteng vs Es Doger

by Ine DW
Photo by Sedap Sekejap

Kalau nurut buku “Pandai Masak” karangan Nyonya Rumah yang jadoel banget (terbitan tahun 60 atau 70-an), sekoteng itu adalah sagu, di bikin lembaran tipis warna warni, di potong kotak2 kecil, rasanya tawar dan teksturnya kenyal2. Persis dah dengan sekoteng instant yang di jual di supermarket. (ingat jaman kuliah sering stok sekoteng instant)

Wedang sekoteng, adalah sekoteng yang di sajikan dengan wedang jahe.

Tapi pada perkembangannya, orang mau praktis saja bikin wedang sekoteng, sagu lembaran ini di ganti dengan sagu mutiara atau pacar cina, dan isi wedang dibikin aneka variasi. Sehingga ada sekoteng pontianak, yang pakai jali, kacang tanah sangrai, dll. Ada juga sekoteng abang2 yang kita kenal di jakarta di-iderin, kadang sebutnya “sekuteng” pakai potongan roti tawar, kolang kaling, susu kental manis. Yang pasti dari aneka macam wedang sekoteng itu adalah Sagu dan wedang jahenya.

Jadi yang namanya Es Sekoteng, bukan di adaptasi dari wedang sekoteng yang beraroma Jahe. Ya di ambil sekotengnya aja, alias sagunya, meskipun sagunya sudah beda bentuk dari sekoteng yang di maksud (sagu lembaran kotak2).

Persamaan es sekoteng dengan es Doger, sama2 pakai sagu mutiara, sama2 berwarna pink, sama2 di campur bahan lain (kelapa muda dan konco2nya).

Sementara perbedaannya, Kalau es sekoteng biasanya pakai es serut dan di siram sirop, es doger pasti pakai es puter. Semua mau di sebut es campur, sah aja… lha emang kenyataannya campur campur. Dua duanya mau di sebut es sekoteng, sah juga, lha emang pakai sekoteng (sagu).

Es podeng, juga mirip2, pakai sagu dan es puter, tambahannya agar2.

salam
ine

This entry was posted in Articles. Bookmark the permalink.