Melongok Pasar Tradisional negeri tetangga

stories & photo by Hernik Widowati

Yang namanya pasar tradisional atau pasar basah atau wet market dimana mana ya sama. Becek, bau segala macam jadi satu. Seperti itu jugalah pasar Chow Kit ini. Karena berada di daerah Chow Kit maka orang menyebutnya pasar Chow Kit.

buah sayur


Hampir sama dengan pasar pasar tradisional kita di Indonesia, di pasar ini juga dijual berbagai macam sayuran, ikan, bumbu, buah, daging, dan ada toko toko kelontong juga ( disini disebut kedai runcit).

Sebenarnya sampai sekarang aku gak tahu pasti mana depan mana belakang pasar ini. Kalau pasar pasar di Indonesia kebanyakan ada plangnya yang menyebutkan nama pasarnya dan kita jadi tahu Ooo..itu masuknya /depannya. Tapi di pasar Chow Kit tidak. Kita bisa masuk dari arah utara atau selatan, kalo aku lebih sering masuk dari arah selatan karena biasanya parkir masih belum terlalu padat.
Dari arah selatan yang pertama kita jumpai adalah buah. Buah buahan disini jauh lebih murah dari supermarket atau buah di bagian utara pasar, dan kebanyakan adalah buah import.
Apel fuji ukuran sedang 13 biji RM 5.00, anggur tanpa biji sekilo RM 7.00, waktu musim jeruk lokam dulu 15 biji hanya RM 5.00. Buah plum 3 biji RM 1.00, di tukang sayur yang suka datang
ke apartemen 1 biji RM 3.00 jauh banget kan …

Masuk lagi kita ke bagian ikan. Macem macam ikan dapat ditemui disini. Dari yang umum macam kembung, kerisi, tengiri, udang, ada juga ikan ikan yang aneh yang aku gak tahu namanya. Ada ikan siakap yang dulu kupikir ikan kakap, tapi ternyata lain, ada ikan talapia yang mirip ikan mas tapi gak banyak durinya dan dagingnya lembut. Ikan lele disini disebut ikan keli. Harga ikan juga lebih murah dibanding supermarket. Ikan kembung – kerisi dijual sekilo RM 7.00, sekitar Rp, 17.000,-Ikan tengiri sekilo RM 18.00 sampai RM 20.00. Udang ukuran besar RM 12.00 sampai RM 16.00 sekilo. Ada satu langganan yang jual ikan bawal putih, dan kayaknya Cuma dia deh yang jual. Ikan bawal putih sekilo RM 13.00 murah dibanding di Jakarta yang sekilo bisa Rp. 80.000,- Tapi yang aku agak bertanya Tanya kenapa gak ada lalat ya….kata temenku karena dikasih obat, wah…gak tahu juga ya.
Terus ada juga diseling sayuran. Beli sayuran disini ditimbang atau sudah diiketin kaya kita di Jakarta. Bayam, kangkung, sawi, kacang panjang, biasanya sudah diiket. Satu iket rata rata RM 1.00 mahal sih dibanding di Jakarta.
Tomat, terung, wortel, kacang bendi, kol biasanya ditaruh ditempat tempat kecil atau ditumpuk yang disebut ‘longgok’. Selonggok rata rata RM 1.00 – RM 2.00 Cabe juga dijual perlonggok, meskipun bisa juga kita minta ditimbang.
Terus ada ayam dan daging. Kalau ayam aku suka beli ayam kampong. Ayam potongnya besar besar jadi agak geli ngolahnya. Ayam kampong seekor RM 7.00, dan biasanya sudah dibuang kulit, kepala dan cekernya. Tapi hati dan ampelanya diikutkan. Daging aku jarang beli di pasar, dagingnya beku sih… nggak kayak daging di pasar Indonesia yang fresh dari penjagalan. Aku lebih seneng beli daging yang berlabel ‘Aussie fresh halal’ di supermarket.
Disebelahkiri kanan banyak toko toko kelontong yang menjual sembako. Bawangmerah bawang putih dijual kiloan, tapi kemiri, merica, ketumbar, ebi, kebanyakan sudah di pak. Satu pak rata rata RM 1.00.
Sampai kita di ujung utara pasar. Nah di bagian ini yang paling nggak boleh ditinggal. Bagian ini menjual bumbu bumbu fresh atau empon empon dalam bahasa jawa. Kunyit, lengkuas, jahe, kencur, kunci semua belinya di timbang. Serai satu ikat (kira kira isi 9 -10 batang) RM 1.00. Asam jawa dibungkus bullet sebungkus RM 2.00.

Di bagian ini juga dijual berbagai macam dedaunan, kayak daun kunyit, daun pandan, daun ketumbar, daun kari dan banyak lagi yang aku gak tahu nama dan gunanya.
Asyiknya juga dibagian ini kadang nemu kemangi yang gak pernah ada di supermarket, belimbing sayur, buah melinjo dan daun so, bunga pepaya juga kadang ada disini.
Dan satu lagi, cabe keriting !!! selama hamper setahun aku disini baru minggu laluaku nemu cabe keriting segar disini.
O ya penjual disini kebanyakan orang Indonesia juga, orang jawa tapi yang punya kedai orang Melayu Malaysia.

Nah paling ujung lagi ada beberapa tukang buah, tapi yang disini udah mahalan, jualnya udah gak bijian lagi tapi udah ditimbang.
Makanan matang ada banyak juga. Biasanya kalau pagi menunya roti canai + kuah kari atau nasi lemak. Tak lupaa the tariknya yang legit dan berbusa…
Penjual jajanan gak banyak, ada penjual murtabak (isi rasa kari) gak enak !!
Kalau agak siangan biasanya ada penjual gorengan tapi jauh lebih enak gorengan kita di Jakarta.
Penjual bunga potong juga ada lho….

Gitu deh sekilas pasar Chow Kit. Sebenernya di sekitar sini juga banyak toko barang kebutuhan sehari hari, ada juga toko khusus bahan kue + loyangnya yang berbagai macam ukuran, bentuk dan bahan. Loyang silikan juga pernah lihat deh waktu itu.
Nah kalo habis belanja kan kulkas penuh, ikan lengkap, bumbu komplit, sayuran banyak…akhirnya bingung mau masak apa.
Solusinya ada di NCC, buka file NCC deh……Alhamdulillah punya NCC…he..he..he….

This entry was posted in Photos & Stories. Bookmark the permalink.