Lia : ngopi dipasar yuk !

jajan pasar
stories & photo by Lia

Pernah nyoba mencicipi makanan yang ada di pasar? I mean, bener2 makan di pasar. Bukan sekedar minum es dawet & membungkus jajan pasar untuk dibawa pulang… pernah gak?

Mungkin banyak orang yang merasa risih untuk makan di pasar. Entah tempatnya yang ga comfortable & ga bergengsi, ato kuatir akan higienitasnya. Tapi bagi gue disamping beragam kesegaran & kualitas bahan2 ditawarkan, pasar juga menjanjikan beragam sajian yang sedap, variatif dan murah dengan suasana & pemandangan yang unik yang ga bisa ditemui di tempat selain pasar.

Di pasar yang sama (dengan crita gue kmaren2), penjual makanan gak hanya mangkal dalam bentuk depot ato warung tapi ada juga yang menggelar makanan ala kadarnya ajah dan inilah yang seru! Kebanyakan mreka jualan di pinggir ato emperan toko orang lain berbekal sebuah meja untuk dagangannya dan sebuah bangku panjang untuk pembeli yang pengen makan disitu. Ada juga yang jualan sambil duduk dibawah sembarangan dengan membawa bakul, tampah & beberapa pelengkap. Kebanyakan ga menyediakan tempat duduk karna rata2 pembelinya memilih untuk take away. Kalopun dimakan disana, terpaksa jongkok ato cari tongkrongan sekenanya. Makannya pake pincuk (wadah dari daun pisang) biar penjualnya ga repot2 bawa piring & mencucinya.

Kebiasaan gue saban wiken adalah sarapan di pasar pagi2 banget, apalagi kalo abis ujan. Hmm… pas udara masih dingin & perut lagi laper2nya, whoaaaa……. nikmat! Apalagi gue ngga terburu2 untuk masak, nyiapin bekal & brangkat kerja, jadi bisa berlama2 nikmatin sarapan yang sedep nyaamm…

Kalo wiken tuh biarpun libur & ga perlu buru2 masak, tetep ajah jam 5 pagi gue dah brangkat ke pasar ditemenin Mas Ali. Tujuan pertama adalah beli bahan2 hewani karna makin pagi pilihannya makin banyak & kondisinya masih prima. Setelah itu kita ngider cari sarapan. Kita prefer sarapan di warung pinggiran pasar. Favorit Mas Ali adalah Ketan Bumbu dan kopi tubruk. Ketannya lembut, ditaburin kelapa muda parut yang generous dan bubuk yang terbuat dari kedelai sangrai dibumbui kencur & daun jeruk. Porsinya ga terlalu banyak, tapi karna terbuat dari ketan maka cukup terasa mengenyangkan. Selain ketan bumbu tersedia juga mi instan rebus/goreng, aneka gorengan yang masih mengepul seperti bakwan sayur (bala2 ato ote2), pisang goreng, singkong goreng, sukun goreng, tape goreng, tahu isi, dll yang disajikan dengan condiment sambal petis & cabe rawit.

jajan pasar

Gak hanya ketan bumbu dan kopi ajah, berbagai menu sarapan yang sedap dan murah meriah banyak bertebaran seperti nasi pecel komplit (dilengkapi lauk optional kek srundeng daging, bali tahu+telur, mi goreng, lalapan, tempe tahu ayam goreng, dll), bubur madura yang legit, kue2 basah manis mopun gurih, nasi campur, nasi bebek, nasi jagung khas madura yang dimakan dengan tumisan ikan asin+tahu+cabe ijo dan sambal terasi plus urap alur (sayuran mirip rumput kecil2 berdaging & hidup di ladang pinggiran pantai), lontong mi, lontong sayur, lontong lodeh sampai sate kelapa (sate daging yang dibalut kelapa berbumbu kunyit ketumbar).

Untuk minuman ngga hanya kopi dan teh aja yang ada. Di warung kopi ketan juga tersedia susu, susu jahe, wedang jahe dan softdrink yang bisa dicampur susu kalo mau. Selain itu banyak penjaja jamu keliling baik naik sepeda, gendongan mopun gerobak dorong. Sinom, beras kencur dan kunyit asem yang masih anget sangat pas menemani sarapan yang nikmat. Minuman lainnya, ada es campur, es kolak, es cincau dan es dawet yang segar. Dawetnya bermacam2 dari yang terbuat dari tapioka dengan tekstur seperti mi yang bening & lembut sampe dawet tepung beras rasa daun suji. Gula yang dipakai bisa memilih sirup gula merah yang sedap ato sirup gula pasir yang segar. Penjaja yang lewat hilir mudik silih berganti menambah semaraknya suasana.

Gue paling suka dengan sate kelapa, penjualnya ga mangkal secara tetap tapi ngider sambil membawa bakul & nampan kayu yang dibawa diatas kepalanya. Satenya enak, bumbunya gurih banget karna dibalut kelapa. Saus kacangnya crunchy ditambah taburan poyah kelapa sangrai diatas nasinya, ga lupa irisan bawang & cabe rawit sebagai pelengkap, makannya pake pincuk daun pisang. Hmmm…. kebayang sedepnya sarapan nasi anget & sate kelapa di pagi yang dingin. Kebetulan kalo pagi2 banget kek gitu si ibu sate mangkalnya deket warung kopi ketan tadi, jadi gue bisa pesen nasi sate dan dimakan di warung sambil nemenin Mas Ali sarapan ketan. Saking asyiknya, kita bisa sampe berlama2 disana, makan sambil menghirup udara pagi dan melihat pemandangan pasar yang ceria.

Kopi di warung itu benernya biasa2 aja, kelas mid low khas kopi warung. Tapi yang bikin sedap adalah atmosfernya….! Coba bayangin: hawa pagi yang dingin, sinar matahari masih redup & lembut, nyruput kopi panas dikit2 diiringi makan ketan bumbu dan nasi sate anget sesuap demi sesuap, sambil menikmati pemandangan gundukan sayur & buah segar disana-sini yang mengkilap & berwarna-warni, lalulalang orang2 yang larut dalam aktivitas tawar-menawar, sibuk memilih ikan/sayuran, sibuk menata barang2 dagangan, dll dll… wat a wonderful scene! Atmosfirnya sungguh2 segar& ceria, exciting gituh… Inilah yang bikin gue sangat suka menikmati sarapan pagi2 banget di pinggiran pasar🙂

This entry was posted in Photos & Stories. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s