Serba Serbi Serabi (Kuah)

by: Ine Damayanti

CETAKAN:
prinsipnya cetakan yang langsung di tangkringkan di atas kompor, bisa untuk serabi kuah. Mau cetakan poffertjes, lumpur, pukis, teflon, kue cubit, wajan biasa, pokoknya bisa…cuma hasilnya beda bentuk. Ada yang nanya, kalau pakai cetakan poff. masuk oven atau nangkring di atas kompor? Nangkring di atas kompor.

MENUANG ADONAN:
Trus cara menuang, kalau pakai cetakan poffertjes, aku gak pakai sendok, lama dan cape tangannya🙂 adonan aku tuang di gelas ukur yang gede, yaitu gelas yang ada cucuk lancip untuk mengalirkan adonan. jadi tuang sedikit sedikit.

MENGOLES DENGAN MINYAK:

Mengoles cetakan dengan minyak, di awal memasak saja. kalau saya biasanya, tissue di uwel2, di kasi sedikit minyak, lalu di oleskan ke cetakan. Nah…nuang yang berikutnya gak usah di kasi minyak lagi. Secara cetakanku gak pernah di cuci, jadi gak kena sabun, mungkin ini gak bikin lengket ya. asal habis di pakai, di lap bersih, simpan dalam plastik rapat.

SERABI BOLONG-BOLONG🙂
Trus soal bisa bolong2, setelah adonan di tuang, jangan di tutup ya. kalau langsung di tutup, pasti gak bolong2. Aku pakai api kecil saja, supaya bisa matang seluruhnya tanpa di tutup.

PAKAI PANDAN ASLI
Trus kalau mau pakai pandan asli, air pandannya aja yang di pakai untuk ngadoni. Caranya, pandan di juice dengan sedikit air, lalu di saring. Lebih oke kalau campur daun suji, spy dapat ijo yang lebih cantik.

MENYUNGKIL SERABI MATANG:

trus untuk mengangkat dari cetakan, pakai aja tusuk sate, supaya cetakannya nggak tergores gores.

TAHAN BERAPA LAMA:
Trus kalau mau dibikin malam, masih oke kalau sampai pagi, jangan lebih dari 24 jam ya.

salam,
ine

This entry was posted in Techniques, Tips & Tricks. Bookmark the permalink.

One Response to Serba Serbi Serabi (Kuah)

  1. nazid says:

    kok serabi kuah, kuahnya gak pake gula merah, kenapa

Comments are closed.