Tour de Pasar Ikan I

Tour de Pasar Ikan yang pertama! Kali ini diceritain sama mbak Ine, lurahnya Pasar Ikan🙂
Click on image for bigger view ——————-red

Tour ke pasar ikan yang lama di nanti, akhirnya terlaksana juga hari Sabtu 14 January 2006kemarin.

Janji kumpul jam 8, sarapan bersama, berangkat jam 9, supaya nggak macet dan masih gampang cari parkir, akhirnya molor juga, jam 10 lewat baru berangkat. cuma pergi 2 tempat yaitu Pancoran Glodok dan pasar ikan.

Sayang Dani yang koordinir acara ini, malah nggak bisa ikut, Dewi Anwar yang rame dan kocak dan pintar nawar, juga gak bisa.Salut ama Rie Poernomo lho, jauh2 dari Malaysia, pulang mengakhiri liburannya dalam rangka TdPI ini.

Pancoran

Di Pancoran, tujuan utama Tian Liong, waktu jalan ke situ, sempat lewat di mulut gang petak sembilan yang tersohor, pinginnya sih mampir, tapi takut terlena malah tujuan utama terabaikan. ya…dilewati.

Foto kiri: Ki-ka: Eka, Ruri
Foto kanan: Ki-ka: Ana, Riva, Ririe, Yeni, Reni, mbak Ine


Measuring spoon dan measuring cup

Begitu masuk Tian Liong, tanpa di komando, langsung menyebar cari mangsa:-)
Jika ada yang nemu barang bagus…seketika sttt…ssttt…ssstttt…. kasi kode, trus rame2 milih. Iih…kompaknya NCC. di situ nemu centong super gede, senjatanya para modi di NCC.

Karena Riana cari cucing, dan di Tian liong cucingnya gak spt yang di kehendaki, kami nyebrang ke gloria, masuk ke Ria Jaya. Supermarket yang dulu tersohor dengan nama gloria dan cukup komplit, tapi sekarang rada merana, tapi kadang2 barang unik dan bagus bisa ditemukan di sini. Cucing kuno banyak tersedia di sini, trus ada set garpu buah yang unik dan lucu, dengan unit terbatas…jadi rebutan juga ludes seketika.

Keluar dari Ria Jaya, yang jadi sasaran penjual makanan kering, tadinya cuma Riva pingin beli kiam bwee manis, yang lain ikutan nimbrung, di tambah boleh icip2 semua yang ada, dan harganya yang murah…bayangin…mede matang aneka rasa siap makan…sekilo cuma 50 ribu! emping matang cuma 20 ribu sekilo, si engko penjual kewalahan juga ngladenin karena kitanya ceriwis2:-)).

Tepat banget kami datang ke pancoran menjelang tahun baru imlek, suasananya udah meriah, makanan kering yang dijual lebih meriah. Aneka bentuk jelly import, coklat di wadahi aneka macam wadah emas, kwaci 7 rasa (saking terpesona sampe lupa beli), aneka kacang, aneka permen dari permen susu cap kelinci yang kuno, permen manis isi kiam bwee yang asin, permen jagung (bener2 rasa manis jagung), permen obat batuk dan permen obat turun panas.

Dua yang terakhir membuatku terpesona, tapi cuma nyoba yang obat batuk dan bener2 melegakan tenggorokan.

Makan siangnya, rujak juhi di gang gloria yang tersohor dan pernah di bahas di JS, sayang Riva menyangka itu daging ayam, sehingga suwiran juhinya di oper ke teman lain. Aku sempat beli Moaci Bikin Special buat oleh2 di NCC (moaci yang langsung di bikin) di depan toko Jap Heng lay, tapi teman2 gak gitu merhatikan, lagian aku juga nggak woro2, jadi transaksinya cepet banget. Sore di markas NCC, sebelum rapat, pada makan moaci, pada komentar enak…dan nyesel…kenapa nggak ikutan beli?

Sambil jalan ke parkir City hotel, Ruri beli tepung batu tahu, mau coba bikin tahu sendiri. Lha dasar si engko yang punya toko rada jutek, aku salah melafalkan sek-kauw, langsung di sauti “NGGAK ADA” sampai perlu jelasin, beli batu tahu, batu yang di tepung buat bikin tahu. Eh…ternyata dia punya malah udah matang, udah jadi tepung skalian. Kebeneran.

Pasar Ikan

Tujuan kedua ke pasar ikan, toko loyang yang sempit langsung heboh, sampai si abang tanya, “Emang ke sini naik bus ya?” (Hihihi… emang kelakukan kita kayak kenek ya, bang? Gak ada hubungannya gitu lohhh —-red)


Foto kiri: Aneka loyang kuno
Foto kanan: Baking pan jaman belanda & alat pemotong singkong

Foto kiri: di belakang: cetakan semprong. Di depannya loyang cantik yang misterius😀
Foto kanan: Cetakan wafel

Blanja blanji di toko yang sempit dan engap, cukup lama juga, karena yang dilihat juga cukup banyak dan menggiurkan, saking murahnya di banding di tempat lain. di tengah kehebohan, aku sempat lihat loyang unik nyempil di ujung. kita bahas bersama Riana dan Ruri, cuma kagum uniknya, tapi nggak kepikir ntar buat apa. Ya….nggak di beli. Tapi….sorenya…baru bilang…”mbak ine….kita perlu loyang ini gimana ya?” hehehe…..

Ya…kapan2 kalau ada tur lagi ke situ, bisa dua hari tuh, karena kita belum merambah pasar pagi asemka, pasar ex city hotel, petak sembilan, harco glodok dan…..leyeh2 di ancol.

Tadinya emang tournya mau di akhiri di ancol, sambil ngegelar tikar sambil bawa krecekan dan rebana🙂 tapi karena sore harus rapat di NCC, main ke ancol di tunda sampai ntar kelar hajatan ulang tahun.

Selamat ulang tahun NCC, selamat ulang tahun mbak Fatmah!

salam,

ine

This entry was posted in Photos & Stories. Bookmark the permalink.