Diskusi Milis: Yuk, Bikin Yoghurt!

Halah, halaaahhh… biar kata Yoghurt udah banyak banget dijual di supermarket, member milis maunya bikin yoghurt sendiri! Ini dia rangkuman diskusinya, disummarykan dengan sangat ciamik oleh Irma. Thanks a lot, Irma. Rangkumannya ok banget!

Topik dimulai ketika pak Wisnu Martono menceritakan tentang pengalamannya membuat yogurt dengan yogurt maker-nya, yang awalnya dikarenakan mahalnya yogurt yang enak (biasanya buatan luar negeri).

Biasanya kegiatan pembuatan yogurt ini berjalan lancar, tetapi pada saat beliau berencana untuk menunjukkan cara pembuatannya pada member NCC yang hadir pada acara NCC HomeMade Food Fiesta yang digelar pada hari Minggu, 20 November 2005, ternyata yogurt tersebut belum jadi.
Setelah beliau mengusut penyebabnya ternyata waktu fermentasi yang kurang lama. Biasanya waktu yang diperlukan adalah sekitar 7 jam tetapi untuk yogurt yang terakhir ternyata dibutuhkan sekitar 10-12 jam.

Karena informasi dari mbak Fatmah bahwa makan yogurt secara teratur bisa menurunkan berat badan, banyak member yang tertarik untuk mencoba membuat sendiri. Apalagi pernyataan ini juga didukung oleh pengalaman pribadi dari Farida, dimana dalam waktu 3 bulan beliau kehilangan 5 kg karena mengkonsumsi 500 gr yogurt dalam sehari.

Menurut Farida, yogurt bagi orang Pakistan adalah bumbu inti dalam masakan sehari-hari. Seorang teman Farida mengajarkan cara membuatnya, yaitu dengan mencampurkan kira-kira 1 liter susu cair dengan kira-kira 100 ml yogurt plain, masak dengan api kecil sambil diaduk-aduk sampai hangat-hangat kuku (60°C atau jari terasa panas pada saat dicelup ke adonan yogurt) kemudian simpan di wadah, tutup dengan handuk. Biarkan 5-6 jam. Setelah yogurt jadi, simpan di kulkas.
Bila diinginkan yogurt bisa ditambahkan buah segar pada saat disantap.
Proses pembuatan ini bisa diulangi dari sisa yogurt sebelumnya sebagai starter.
Menurut Farida, yogurt bisa disimpan selama 1 minggu.

Berikut pertanyaan dan jawaban dari beberapa pertanyaan member:

Josephine menanyakan apakah yogurt bisa dibuat dari sisa yogurt yang sudah jadi atau harus memakai starter dari Easiyo; Apakah bisa membuat yogurt dengan susu cair segar. Suhertika juga menanyakan pertanyaan yang sama.

Menurut Arfi, yogurt bisa dibuat dari yogurt yang sudah jadi tetapi harus memakai yang plain.

Menurut mbak Fatmah, sisakan yogurt sekitar 200 ml kemudian campurkan dengan susu cair UHT, misalnya Indomilk, yang dingin sekali (suhu berperan penting dalam pembuatan yogurt) kemudian peram lagi dalam yogurt maker seperti biasa.

Menurut mas Wisnu, beliau membuat yogurt memakai susu cair dingin UHT, biasanya merek yg dipakai adalah Indomilk. Beliau belum pernah memakai susu segar sebagai bahan pembuat yogurt tetapi menurutnya mungkin saja bisa.
Menurut mas Wisnu, yogurt memang bisa dibuat dari yogurt yang sudah jadi sebagai starter jadi tidak wajib memakai Easiyo. Tips lain adalah menambahkan susu bubuk dalam proses pembuatannya agar hasilnya lebih kental.

Suhertika, Endah Setyorini dan Welianti menanyakan bagaimana wujud yogurt maker itu, berapa harganya dan dimana bisa dibeli yang dijawab oleh Arfi bahwa di New Zealand yogurt maker berupa tabung seperti ice cream maker. Satu setnya terdiri atas dua buah wadah yang mirip Tupperware.

Masih menurut Arfi, membuat yogurt memakai yogurt maker ini gampang karena disana dijual bahan-bahan pembuat yogurt sekaligus acidopilus-nya dalam satu kemasan siap pakai. Isi kemasan dituang ke wadah tersebut, beri air dingin, tutup dan kocok beberapa saat, kemudian tambahkan air sesuai dengan takaran yang tertera di wadah tersebut, kocok lagi dan simpan dalam tabung yogurt maker ini yang sudah diisi dengan air hangat. Diamkan semalaman, besoknya yogurt sudah kental dan siap dimakan.

Cara suami Arfi untuk membuat yogurt tanpa yogurt maker adalah dengan cara menghangatkan susu cair yang biasanya diperoleh dalam kemasan tetra pak sampai hangat-hangat kuku, tidak sampai berasap atau mendidih, kemudian dicampur dengan biang yogurt yang bisa diperoleh di Delta, Ubud.
Tambahkan juga gula sedikit sambil diaduk rata kemudian dituangkan ke botol kaca yang telah disterilkan dengan cara dimasak dalam air mendidih atau disteam.
Tutup dan diamkan semalaman di tempat yang hangat, yogurt siap dikonsumsi keesokan harinya.

Ada tanggapan dari mas Wisnu atas keterangan Arfi mengenai cara pemakaian yogurt maker. Berikut kutipannya:

” Mbak Arfi, yogurt maker plus kultur yang saya pake memang buatan New Zealand. Bisa jadi, persis spt yang digambarkan mbak Arfi. Cuma ralat cara bikinnya. Yang dimasukkan ke dalam yogurt maker itu air mendidih, puanas betul. Sementara air (atau susu) yang dicampur kulturnya justri air dingin kulkas. Bisa jadi, yang diperlukan adalah air suam-suam kuku selama 10 jam. Nah, percampuran air mendidih dan air dingin itulah kemungkinan menyediakan air suam yang diperlukan kultur untuk bekerja.
Saya kuatir, kalau hanya air hangat (bukan air mendidih) yang dimasukkan, gak akan jadi. Krn air hangat gak bisa mengalahkan” air dingin. Sebaliknya, kalau yang dicampur ke kultur itu air dengan suhu ruang, kulturnya bisa mati krn kepanasan.”

Koreksi ini kemudian dibenarkan oleh Arfi.

Menurut Irma, bila tidak bisa ditemukan yogurt, sebagai bahan biang bisa memakai keffir sebagai penggantinya.

Amelia menanyakan bagaimana cara bila ingin yogurt rasa buah.
Jawaban dari mbak Fatmah adalah yogurt plain ditambahkan sirup buah sesuai keinginan atau potongan buah.

Coni juga sharing cara membuat yogurt. Menurut Coni, agar yogurt yang dibuat hasilnya kental paling baik memakai susu bubuk yang dicairkan menjadi 4 gelas susu, didihkan kemudian dinginkan sampai mencapai suhu kamar (25-27°C).
Tambahkan 4 sendok makan yogurt plain ke dalam susu yang sudah dingin itu, aduk rata, tutup dan simpan di kulkas selama 8 jam.
Menurut pengalaman Coni, bila yogurt dibuat pagi hari maka malamnya sudah siap untuk dikonsumsi.

Rita menanyakan apakah yogurt aman untuk penderita maag.
Menurut mbak Fatmah, yogurt aman terhadap mereka yang sakit maag.
Menurut mas Wisnu dan Arfi, yogurt aman dikonsumsi pagi hari, berbeda dengan kepercayaan banyak orang di Indonesia yang meyakini bahwa makan yogurt pagi hari akan menyebabkan sakit perut.

Tambahan dari Coni:

Membuat Yoghurt harus dibuat di luar kulkas karena butuh suhu yg panas untuk menumbuhkan culture bacteria sampai semua susu diubah menjadi yoghurt.
Jadi:
susu + biang yoghurt dicampur rata, lalu harus disimpan minimum 8 jam DI LUAR KULKAS. Kalau sudah jadi yoghurt, baru simpan di dlm kulkas🙂
Kalau sedang dlm program diet susu bubuknya bisa dipakai susu skim (rendah lemak).

Selamat mencoba🙂

Summarized by Irma

This entry was posted in Back to Nature, Techniques. Bookmark the permalink.

4 Responses to Diskusi Milis: Yuk, Bikin Yoghurt!

  1. liza says:

    iya, emang cara orang-orang arab jaman dulu (sekarang udah banyak sekali yang pabrikasi) umumnya bikin home made yoghurt yaitu dari yoghurt yang sudah jadi, di campur dengan susu segar. Karena yang diperlukan dari yoghurt yang udah jadi adalah bakterinya, bakteri baik loh yang berguna bagi pencernaan. sebaik nya setelah minum susu, jangan makan yoghurt dan sebalik nya, terutama bagi anak-anak.

  2. Ricky says:

    Tolong dong dikasih tau gimana cara ngedapetin yoghurt plain ?

    Ricky, di supermarket banyak lohh..🙂 —————-red

  3. taufik says:

    kalau membuat yoghurt dari bibit bakteri apakah harus tersedia 2 macam thermophilus dan bulgaricus?

  4. Bettie says:

    Taufik,yupe, harus ada 2 bakteri itu, kalo cuma 1 bakteri ntar ga jadi loh……ada kok jual starternya di SPM.

Comments are closed.