Formalin

Formalin adalah sejenis bahan kimia yang biasa digunakan untuk “mengawetkan mayat”. Sayangnya, banyak oknum tidak bertanggung jawab yang menggunakannya untuk pengawet makanan. Bahaya ga sih formalin ini jika dikonsumsi..???

Formalin adalah nama dagang larutan formaldehid dalam air dengan kadar 30-40 persen. Di pasaran, formalin dapat diperoleh dalam bentuk sudah diencerkan, yaitu dengan kadar formaldehidnya 40, 30, 20 dan 10 persen serta dalam bentuk tablet yang beratnya masing-masing sekitar 5 gram.

Formalin merupakan bahan beracun dan berbahaya bagi kesehatan manusia. Jika kandungannya dalam tubuh tinggi, akan bereaksi secara kimia dengan hampir semua zat di dalam sel sehingga menekan fungsi sel dan menyebabkan kematian sel yang menyebabkan keracunan pada tubuh.

Selain itu, kandungan formalin yang tinggi dalam tubuh juga menyebabkan iritasi lambung, alergi, bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker) dan bersifat mutagen (menyebabkan perubahan fungsi sel/jaringan), serta orang yang mengonsumsinya akan muntah, diare bercampur darah, kencing bercampur darah, dan kematian yang disebabkan adanya kegagalan peredaran darah.

Formalin bila menguap di udara, berupa gas yang tidak berwarna, dengan bau yang tajam menyesakkan, sehingga merangsang hidung, tenggorokan, dan mata.

Source: Uci – milis WRM

This entry was posted in Ingredients. Bookmark the permalink.

3 Responses to Formalin

  1. resti says:

    tambahan ya…bahan makanan yg diberi formalin cenderung kering dan keras di bagian luar karena ini merupakan reaksi dari protein dan formaldehid. Misalnya tahu: cirinya bagian luar keras, tidak lunak, cenderung kering (saya menemukannya pada tahu kediri dan tahu cina putih yg berharga murah). Bentuk TAHU cenderung stabil jika diberi formalin. Berbeda dg tahu yg tidak diberi formalin, jika tertekan bentuk tahu akan berubah sesuai dengan pola tekanan. Selain itu, tahu berformalin tidak basi jika disimpan dalam suhu ruang diatas 24 jam.WArna tahu yg tercemar formalin: putih bersih (tahu cina)

    Pada Ayam dan ikan: bagian kulit nampak kering. Aroma amis khas ikan/daging tidak tercium.

    >>>>> Resti, thanks a lot!!! — web admin

  2. wisnuam says:

    Pusing juga, kalau mikir kelakukan pedagang di Indonesia. Makan daging kolesterol dan gak sehat krn formalin. Makan sayuran, kuatir kena pestisida. Makan tahu, bakso, ikan asin, formalin. Makan sosis, nitrit.

    Perlu dipikirkan, NCC memproduksi makanan sehat tanpa pengawet, or bahan tambahan aneh-aneh. Pasti jadi pasar tersendiri, mirip sayuran hidroponik, kalau pemakaian formalin sudah menggila di mana-mana.

    Good topic.

  3. k.a.r.u.p.i.n says:

    thanks banget ya, artikel ini brmanfaat bgt bwt karya tulis b.indo ak.

    emang g slh ak milih topik formalin, slnya byk yg blum tau detil ttg formalin ini dan bahayanya, lebih banyak lagi yg ga pduli sm efek formalin.
    ak jg nemuin byk referensi ttg formalin, bwt detilnya formalin ky apa bsa dlhat di: http://www.saltyjack.com/formalin.htm

    yupz…
    thanks a lot sekali lagi yah! artikel ini bner2 bs jd reperensi bgs bwt ak!!

Comments are closed.